Kementerian Dalam Negeri mengumumkan pada hari Minggu bahwa "dimulainya kembali Umrah akan dilakukan secara bertahap tergantung pada kondisi COVID-19."
Menurut sumber terpercaya, Umrah pertama akan dilanjutkan untuk penduduk setempat (penduduk Arab Saudi) dan itu juga akan diizinkan dalam 'jumlah terbatas'.
Sumber tersebut mengkonfirmasi spekulasi sebelumnya bahwa aplikasi sedang dikembangkan yang akan memungkinkan pendaftaran waktu dan tanggal yang dimaksudkan jamaah untuk pelaksanaan Umrah dan juga laporan PCR NEGATIF COVID-19 akan menjadi persyaratan wajib. Jika jamaah yang berniat memenuhi semua syarat maka akan dikeluarkan izin umrah.
Mengenai tanggal pembukaan Umrah, sumber tersebut mengatakan bahwa Kementerian Haji dan Umrah akan mengumumkan mekanisme lengkap dalam beberapa hari mendatang
Penting untuk dicatat bahwa semua pembatasan perjalanan internasional dicabut pada 1 Januari 2021.
Sumber : Haramain Sharifain


