Presidensi Umum yang mengawasi urusan Dua Masjid Suci mengeluarkan beberapa protokol baru untuk dimulainya kembali Umrah secara bertahap mulai 4 Oktober.
Salah satu protokol utama adalah kelanjutan dari pembatasan akses ke Ka'bah selama Tawaaf. Para peziarah tidak akan dapat menyentuh Ka'bah atau mencium Hajar Aswad sebagai tindakan pencegahan dan pembatas akan tetap berada di sekitar Ka'bah
Beberapa sumber menyampaikan kepada Haramain Sharifain bahwa wanita dan pria akan dibagi menjadi kelompok yang berbeda seperti yang telah kita lihat selama musim haji namun ini belum dikonfirmasi oleh para pejabat.
"Tidak boleh ada anak"- Hanya orang berusia antara 18-65 tahun yang dapat mendaftar dan melaksanakan umrah
Pendingin Zamzam akan tetap tidak beroperasi namun botol Zamzam sekali pakai akan didistribusikan di antara para jamaah.
Di antara protokol lainnya adalah menjaga jarak sosial selama Tawaaf seperti yang telah kita lihat selama musim haji. Jemaah umrah pada hari apa pun selama fase pertama akan dibagi menjadi 12 kelompok dan akan dipimpin oleh seorang pemimpin yang akan membimbing para peziarah sepanjang 3 jam dari waktu yang dialokasikan. Seorang profesional kesehatan juga akan menemani setiap kelompok.
Presidensi juga mengumumkan bahwa tidak ada yang akan diizinkan memasuki Masjid tanpa izin Umrah yang sah.
Departemen Sanitasi mengatakan bahwa Masjid akan disucikan 10 kali per hari dan sebelum dan sesudah keberangkatan setiap umrah rombongan juga.
Presiden Kepresidenan Agung Sheikh Abdul Rehman Al Sudais juga mengumumkan pembentukan komite eksekutif yang akan melayani jamaah umrah dan akan memiliki anggota dari semua lembaga.
Sumber : Haramain Sharifain


