Biometrik Visa Umrah Beratkan Jamaah, Kemenag Minta Saudi Berikan Kemudahan Akses

JAKARTA - Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan, pihaknya menghormati kebijakan baru yang diterapkan Saudi Arabia dalam penerbitan visa umrah. Namun, Arfi meminta agar pihak Saudi Arabia juga mempertimbangkan kemudahan akses jamaah umrah terhadap kebijakan tersebut.

"Kami menghormati dan memahami kebijakan pemerintah Saudi Arabia untuk penerapan biometrik sebagai syarat proses visa umrah. Tapi, mohon pertimbangkan kemudahan akses jamaah," terang Arfi Hatim usai menerima perwakilan peserta Aksi Damai Jamaah Umrah Indonesia Menolak VFS-Tasheel di Kantor Kemenag Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Aksi ini diikuti sejumlah pimpinan penyelenggara perjalanan travel umrah (PPIU).

Diinformasikan, Saudi Arabia telah mengeluarkan kebijakan baru dalam penerbitan umrah. Kebijakan itu berupa penerapan rekam biometrik sebagai syarat dalam pembuatan visa umrah. Rekam biometrik itu dilakukan di 34 kantor yang akan dibuka di Indonesia.

Peserta Aksi Damai Jamaah Umrah Indonesia Menolak VFS-Tasheel menilai kebijakan rekam biometrik ini memberatkan. Sebab, kantor layanannya masih terbatas, sementara jamaah umrah Indonesia tersebar hingga pelosok daerah.

Untuk itu, peserta aksi menuntut agar kebijakan tersebut ditolak. Mereka meminta kebijakan penerbitan visa umrah dikembalikan seperti sebelumnya, terpusat di Jakarta. Adapun rekam biometrik, dilakukan di terminal kedatangan Saudi Arabia.

Terkait tuntutan ini, Arfi mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membahas hal ini dengan Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) di Indonesia. Menurutnya, apa pun kebijakan Saudi Arabia, harapannya itu tidak memberatkan, menyulitkan, dan membebani masyarakat yang akan beribadah umrah.

"Pihak Saudi perlu diberi pemahaman bahwa kondisi geografis indonesia sangat luas. Jika kantor layanan rekam biometrik ini terbatas, tidak menjangkau hingga daerah, maka kebijakan ini justru akan memberatkan dan menambah cost," ujarnya.

"Kemenlu rencananya akan bersurat ke KBSA agar mempertimbangkan kembali atau menunda," sambungnya.

Arfi juga berharap, proses yang sudah berlangsung selama ini tetap berjalan. Kalaupun harus diterapkan, maka pada tahap awal dia mengusulkan agar rekam biometrik dilakukan di bandara Indonesia saja, ketika jamaah akan berangkat umrah.

"Atau, Saudi membuka tempat pengambilan biometrik di semua kab/kota sehingga memudahkan masyarakat Indonesia," tandasnya.

(fzy)

Sumber : Okezone Haji

Layanan Keberangkatan Ibadah Haji & Umroh

Ankafa Armina

Bimbingan Ibadah dan Layanan Keberangkatan Haji & Umroh

Alamat

ANKAFA ARMINA

Jl. H. Muhajar No. 32A RT.03 RW.03
Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk,
Jakarta Barat 11560

Kontak

KONTAK

H. Fadli S.Kom., S.Si

NO. TELEPON

+62.812.8920.5700

ALAMAT EMAIL

fadli@ankafaarmina.com
Copyright © 2015 - 2026 Ankafa Armina
Design by Ankafa Tech
userfilmbookmarkcameraphonebookmark-oenvelopebuilding
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram